• SMP NEGERI 4 JAKARTA
  • Religius, Berbudi Pekerti Luhur, Berprestasi, Nyaman dan Berwawasan Lingkungan
  • admin@smpn4jakarta.sch.id | smpn4jakpus@gmail.com
  • 021 384 4414 | +62 81310956972
  • RSS
  • Pencarian

MENDIKBUD TUNDA ASESMEN NASIONAL

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah memutuskan untuk menunda pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) 2021 yang sedianya dihelat pada pertengahan tahun ini.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengungkap, alasan penundaan tersebut lantaran tren jumlah kasus positif Covid-19 tak menunjukkan penurunan. Kendati ditunda, bukan berarti pelaksanaan AN tak dilaksanakan pada tahun ini. Nadiem menyebut pihaknya menggeser pelaksanaan AN ke bulan September-Oktober 2021.

Terdapat pertimbangan tersendiri bagi Mantan Bos Gojek Indonesia itu untuk memilih menunda pelaksanaan AN ketimbang meniadakannya di tahun 2021 ini. Nadiem berujar jika 2021 AN ditiadakan layaknya Ujian Nasional (UN) pada 2020, maka pihaknya akan kesulitan untuk mengevaluasi kondisi sekolah-sekolah di Tanah Air.

"Kalau 2021 pun kalau misalnya tidak dilaksanakan, kita tidak akan punya daya point base lain. Artinya kita tidak akan bisa mengetahui mana sekolah-sekolah atau daerah-daerah yang paling tertinggal," ujar Nadiem Makarin dalam rapat bersama Komisi X DPR RI, Jakarta, Rabu (20/1/2021).

Jika seperti ini, menurut Nadiem Makarim pihaknya bakal kelimpungan untuk membuat rencana penganggaran untuk bantuan bagi sekolah yang membutuhkan.

"Kalau kita tidak bisa mengetahui mana sekolah-sekolah yang paling tertinggal, kita tidak bisa membuat strategi penganggaran, strategi bantuan untuk sekolah-sekolah yang paling membutuhkan bantuan kita," katanya.

"Inilah alasan terpenting harus ada baseline terhadap Asesmen Nasional di tahun 2021," imbuhnya.

Menurut Nadiem, hasil AN 2021 bakal digunakan sebagai patron untuk melihat kualitas pendidikan di Indonesia pada tahun selanjutnya.

"Dan kita bisa melihat perbandingannya dengan nanti 2022, apakah ada peningkatan, apakah stagnan," ucap dia.

Nadiem menjelaskan, saat ini pihaknya tak memiliki data pemetaan kualitas pendidikan di Indonesia. Hal ini disebabkan pada 2020 lalu pihaknya memutuskan untuk meniadakan UN gara-gara pandemi Covid-19, sehingga data pemetaan terbaru tidak ada.

"Tapi paling tidak concern utama Kemendikbud dan Komisi X adalah untuk mengetahui, karena pada saat ini kita tidak punya datanya. Mengetahui mana sekolah-sekolah, mana daerah-daerah yang paling butuh bantuan dari Pemda dan dari pemerintah pusat, (baik) dari sisi anggaran, dari sisi kebutuhan pelatihan, dari sisi berbagai macam dukungan yang dibutuhkan bagi yang mungkin paling tertinggal dan kita akan mengetahui itu dengan adanya Asesmen Nasional," pungkas Nadiem.

Kesiapan Sekolah Terapkan Prokes

Menurut Nadiem, penundaan ini guna memastikan kesiapan pihaknya untuk menerapkan protokol kesehatan dalam perhelatan dalam dunia pendidikan untuk menggantikan sistem Ujian Nasional (UN) itu. Sehingga dapat menjamin keamanan pelaksanaan AN itu sendiri.

"Untuk memastikan bahwa persiapan kita, baik dari protokol kesehatan, persiapan logistik dan infrastruktur lebih optimal lagu untuk memastikan bahwa protokol kesehatan itu terjaga dan keamanan siswa terjadi," ucapnya.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
MERDEKA BELAJAR

08/12/2021 09:16 - Oleh Administrator - Dilihat 491 kali
DISDIK DKI TIDAK TEMUKAN KASUS POSITIF PADA 25 SEKOLAH KLASTER COVID-19

Balaikota Jakarta  -  Menanggapi beredarnya pemberitaan terkait 25 klaster COVID-19 yang ditemukan selama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas dimulai di Jakarta, Kepala Din

12/10/2021 11:36 - Oleh Administrator - Dilihat 165 kali
Pelaksanaan ANBK Gelombang 1

Pelaksanaan Asesmen Nasional ( AN ) berbasis Komputer dilaksanakan oleh beberapa sekolah di Jakarta Pusat 1 termasuk SMP Negeri 4. Dalam pelaksanaan ANBK ini siswa yang terpilih sebagai

05/10/2021 18:41 - Oleh Administrator - Dilihat 191 kali
BENTUK KESETARAAN AKSES PENDIDIKAN, PEMPROV DKI RILIS ATURAN PPDB ONLINE

Balaikota Jakarta  -   Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 32 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Pes

08/05/2021 02:52 - Oleh Administrator - Dilihat 332 kali